Sabtu, 23 Desember 2023

 


MENJADI WARGA DIGITAL YANG KOMPETEN: PENTINGNYA LITERASI TEKNOLOGI DALAM ERA DIGITAL 

By: Fitri Cindy Fricilia

Era digital telah mengubah cara kita berinteraksi, bekerja, belajar, dan bahkan berkomunikasi. Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan era di mana akses terhadap informasi, komunikasi global, dan inovasi teknologi menjadi sangat penting. Dalam era digital ini, teknologi memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk cara kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi telah memengaruhi berbagai aspek, termasuk komunikasi, transportasi, hiburan, pendidikan, kesehatan, dan banyak lagi. Misalnya, teknologi telah memungkinkan kita untuk terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia melalui media sosial, email, dan aplikasi pesan instan. Di bidang transportasi, teknologi telah memfasilitasi kemudahan akses dan mobilitas melalui aplikasi pemesanan transportasi online. Di sektor pendidikan, teknologi telah memungkinkan adanya pembelajaran jarak jauh, sumber belajar digital, dan platform pembelajaran online. Selain itu, dalam bidang kesehatan, teknologi telah memainkan peran penting dalam diagnosis, perawatan, dan manajemen informasi pasien.

Di era digital saat ini, literasi teknologi menjadi semakin penting karena teknologi telah merasuki hampir setiap aspek kehidupan kita. Di sektor pendidikan, literasi teknologi memungkinkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif. Dalam kehidupan masyarakat dan dalam dunia kerja, literasi teknologi menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan, karena hampir semua pekerjaan membutuhkan penggunaan teknologi.

Faktanya kemahiran membaca siswa Indonesia ditempatkan di urutan ke-69 dari 76 negara dalam survei Program untuk Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2015, yang melihat kemampuan membaca siswa lintas negara. Vietnam, yang menempati urutan ke-12 dari semua negara yang diturunkan, memiliki peringkat yang lebih tinggi dari yang ini (harianjogja.com, 2015). Berdasarkan informasi dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada tahun 2012, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan (2014) merilis data minat membaca masyarakat Indonesia. Indeks minat baca masyarakat Indonesia hampir tidak mencapai 0,001. Ini menunjukkan bahwa hanya satu orang Indonesia dari setiap 1.000 yang tertarik membaca.

Dengan demikian, era digital telah menciptakan lingkungan di mana teknologi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, memengaruhi cara kita bekerja, belajar, berinteraksi, dan bahkan beristirahat. Oleh karena itu, penting untuk memahami peran teknologi dalam era digital ini dan bagaimana literasi teknologi dapat menjadi kunci untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi  tidak  bisa  dipisahkan  dari  dunia  pendidikan.  Pada  awal  munculnya  literasi dikenal  sebagai  kemampuan  membaca,  namun  seiring  berjalannya  waktu  literasi  mengalami peluasan    makna.    Dalam    perkembangannya,    literasi    dikaitkan    dengan    kemampuan-kemampuan  yang lain. Hal ini tertera dalam Gerakan  Literasi Sekolah (2016)  Literasi Dasar (Basic  Literacy),  yaitu  kemampuan  untuk  mendengarkan,  berbicara,  membaca,  menulis,  dan menghitung   (counting)   berkaitan   dengan   kemampuan   analisis   untuk   memperhitungkan(calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan  informasi  (drawing)  berdasarkan  pemahaman  dan  pengambilan  kesimpulan pribadi (Akbar, 2017).

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Literasi teknologi dalam konteks pendidikan tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang diperoleh melalui teknologi.

Berdasarkan  hasil  riset Kominfo  (2017)  menunjukkan  bahwa  motivasi  anak  dan  remaja  dalam  akses  internet  untuk tujuan  hiburan,  media  komunikasi,  dan  mencari  informasi  yang  berkaitan  dengan  tugas sekolah. Timbulnya penyimpangan  sebagai  akibat  akses  informasi  yang  diperoleh  melalui media  digital  dan  internet  seperti  tindakan  perundungan  (bullying),  budaya  mencaci  dan memaki  melalui  media  internet,  seperti  facebook,  instagram,  dll.,  perilaku  sex  bebas  akibat membuka  konten  negatif  tanpa  pengawasan  orang  tua,  tindakan  plagiat  terhadap  hasil  karya seseorang  menjadi  masalah  dalam  media  digital  (Benaziria,  2018). Hal  ini  secara  tidak langsung dapat membentuk karakter generasi muda.

Menurut Slameto minat/motivasi belajar merupakan rasa suka yang berlebih serta adanya rasa keterikatan terhadap sesuatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Menurut Belly (2006:4), minat belajar adalah keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya. minat merupakan keadaan emosi yang ditujukan kepada sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan minat ialah suatu kondisi kejiwaan seseorang untuk dapat menerima atau melakukan sesuatu objek atau kegiatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

Pada penelitian (Ramdhayani, 2023) mengatakan bahwan literasi membuat seseorang untuk berpikir kritis, berkomunikasi lebih baik, terbuka terhadap perubahan  dan  dapat  memecahkan  masalah  pada  berbagai  konteks. Literasi  dapat  pula meningkatkan  karakter  pada  seseorang. Kegiatan  literasi  dengan  aneka  ragamnya  sangat berpotensi menjadi sarana untuk pembentukan karakter siswa. Namun peran orang tua,  guru dan  kepala  sekolah  diperlukan  untuk  mengarahkan,  membimbing,  dan  mendampingi  para siswa  untuk  melakukan  aktivitas  literasi  secara  positif  dan  menjunjunng  tinggi  nilai-nilai kemanfaatannya.

Literasi teknologi memungkinkan siswa untuk mengakses beragam sumber informasi dan sumber belajar melalui internet, perpustakaan digital, dan platform pembelajaran online. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan digital, kritis, dan kreatif yang penting dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Literasi teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan, baik bagi siswa maupun pendidik. Dengan memahami pentingnya literasi teknologi, pendidik dapat merancang pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan relevan, sementara siswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di era digital. Dengan integrasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi mendatang untuk tantangan masa depan.

Berdasarkan penelitian (Santi dkk.,  2022) tentang Peningkatan Literasi Teknologi Informasi Bagi Perangkat Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Ilir Barat Dua Kota Palembang Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan sebanyak dua tahap, yaitu tahap 1 dilaksanakan pada tanggal 2 Desember  2021  terhadap  17  orang  perangkat  kelurahan  dan  kecamatan.  Tahap  2  dilaksanakan  pada tanggal  3  Desember  2021  terhadap  13  orang  perangkat  kelurahan  dan  kecamatan.  Materi  yang diberikan  adalah  aplikasi  pengolah  kata  MS  Word,  aplikasi  pengolah  data  MS  Excel,  dan  aplikasi presentasi MS  Powerpoint. Setelah  mengikuti  pelatihan  ini,  peserta  memiliki  tambahan  pengetahuan terutama  tentang ketrampilan  dalam menggunakan  aplikasi MS Word, terutama penggunaan fasilitas mailmergeuntuk   pembuatan   surat.   Selain   itu   keterampilan   peserta   juga   meningkat   dalam menggunakan aplikasi MS Excel, terutama penggunaan rumus dan fungsi.

Dengan  semakin  tingginya  tuntutan  masyarakat  terhadap  kualitas  layanan  publik  yang  efektif  dan efisien,  perangkat  kelurahan  harus  selalu  meningkatkan  pengetahuan  dan  keterampilannya,  termasuk meningkatkan literasi teknologi informasi. Dengan demikian, perangkat institusi publik dituntut untuk mampu  mengoperasikan  dan  memanfaatkan  aplikasi-aplikasi  komputer  dalam  melayani  masyarakat.

Dalam era digital saat ini, literasi teknologi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi para guru.Literasi teknologi juga telah menjadi keterampilan yang sangat penting dalam dunia kerja. Kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas, inovasi, dan kompetitivitas individu di tempat kerja. Seoranag guru pada jaman ini harus melek teknlogi mengingat kualitas guru yang hampa akan teknologi tidak akan mampu menanamkan “daya kritis” kepada murid untuk menjadi manusia revolusioner. Sehingga mereka terhambat untuk menggali potensi dirinya. Seldo dalam Hani dan Richardus (2021) mengungkapkan bahwa guru akan digantikan oleh robot sebelum tahun 2027 dan di Silicon Valley sedang mengembangang progam yang dapat membaca gelombang otak dan ekspresi wajah anak. Apabila hal ini tersebut terjadi maka masyarakat sekolah mulai dari guru, peserta didik dan tenaga kependidikan harus mampu bersaing dengan komputer atau robot di kemudian hari.

Guru yang gaptek (gagap teknologi) akan menurunkan derajat kredibilitasnya di hadapan para muridnya sehingga murid cenderung bersikap underestimate, seolah-olah guru adalah orang dungu di tengah dunia metropolitan. Ini fenomena yang sering ada dan terjadi di sekeliling kita. Guru boleh produk tahun 90-an, tapi kapasitas keilmuannya tidak boleh kalah dengan persaingan zaman (Astini, 2019). UNESCO memberikan catatan bahwa penguasaan TIK oleh guru berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan. Kompetensi TIK guru dapat dikelompokkan ke dalam enam aspek (ranah/kawasan), yaitu: 1) Memahami aspek TIK dalam pendidikan. Memahami kebijakan terkait dengan TIK; 2) Kurikulum dan Penilaian. Guru memahami prinsip dasar penggunaan TIK dalam pembelajaran Pemakaian TIK dalam proses pembelajaran dan penilaian; 3) Pedagogi. Guru mengintegrasikan TIK dalam setiap pelaksanaan tugasnya; 4. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Guru menggunakan perangkat TIK; 5) Organisasi dan Administrasi. Guru mengorganisir pembelajaran dan mengadminsitrasikannya dengan menggunakan TIK; dan 6) Pembelajaran Guru Profesional. Guru selalu menggunakan TIK dalam proses pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Pada penelitian (Astini, 2019) bahwa untuk bisa menggunakan semua media pembelajaran berbasis TIK perlu dikembangkannya literasi TIK bagi Guru Sekolah Dasar. Literasi TIK bisa dilakukan dengan cara mengikuti sosialisasi,pelatihan, penataran, seminar dan workshop mengenai TIK.

Untuk itu mutlak diperlukan guru-guru yang melek dengan TIK khususnya media informasi. Hal ini sering diistilahkan dengan literasi TIK. Literasi TIK tidak hanya sekedar mengetahui dan mampu mengakses berbagai piranti TIK. Namun jauh dari itu adalah kemampuan guru untuk mendapatkan manfaat sesuai kebutuhan bagi dirinya serta kemampuan untuk menciptakan produk baru berdasarkan krativitas lalu disebarluaskan untuk orang lain, minimal untuk siswanya sendiri.

Namun, literasi teknologi juga memiliki tantangan. Salah satu tantangan utama literasi teknologi masa kini adalah lajunya perkembangan teknologi itu sendiri. Teknologi terus berkembang dengan cepat, dan individu perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar tetap relevan. Selain itu, adanya kesenjangan digital juga menjadi tantangan serius dalam literasi teknologi, di mana beberapa kelompok masyarakat tidak memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan sumber daya digital.

Di sisi lain, literasi teknologi juga membawa berbagai peluang. Dengan kemampuan menggunakan teknologi secara efektif, individu dapat memperluas jangkauan informasi, meningkatkan keterampilan kerja, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Selain itu, literasi teknologi juga memungkinkan kolaborasi global, inovasi, dan kreativitas yang lebih besar.

Dampak dari literasi teknologi yang kuat dapat dirasakan dalam berbagai bidang. Di sektor pendidikan, literasi teknologi memungkinkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif serta pembentukan karakter. Di dunia kerja, individu dengan literasi teknologi yang baik cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan tuntutan pasar kerja yang terus berkembang. Selain itu, literasi teknologi juga memengaruhi bagaimana masyarakat berkomunikasi, mengakses informasi, dan terlibat dalam kehidupan sosial dan politik.

Dalam rangka meningkatkan literasi teknologi, individu dapat mengambil berbagai langkah, seperti mengikuti pelatihan dan kursus, membaca buku dan artikel tentang teknologi, dan berpartisipasi dalam komunitas teknologi. Pemerintah dan lembaga pendidikan juga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi teknologi, dengan menyediakan akses dan sumber daya yang diperlukan. Salah satu aspek penting dari literasi teknologi adalah kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras.

Perangkat lunak adalah program komputer yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu, seperti pengolahan kata, pengolahan data, dan desain grafis. Perangkat keras, di sisi lain, adalah komponen fisik dari komputer, seperti monitor, keyboard, dan mouse. Kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras secara efektif sangat penting dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, literasi teknologi juga mencakup kemampuan untuk memahami bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan untuk menulis program komputer. Dengan memahami bahasa pemrograman, individu dapat membuat program komputer sendiri atau memodifikasi program yang sudah ada.

Kemampuan untuk memahami bahasa pemrograman juga sangat penting dalam industri teknologi, di mana banyak pekerjaan membutuhkan kemampuan pemrograman. Selain kemampuan teknis, literasi teknologi juga mencakup kemampuan untuk mengelola data. Data adalah informasi yang disimpan dalam bentuk digital, seperti file teks, gambar, dan video. Kemampuan untuk mengelola data meliputi kemampuan untuk menyimpan, mengambil, dan menganalisis data. Dalam dunia bisnis, kemampuan untuk mengelola data menjadi semakin penting karena banyak perusahaan mengumpulkan data pelanggan dan pasar untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Selain itu, literasi teknologi juga mencakup kemampuan untuk memahami keamanan siber. Keamanan siber adalah praktik untuk melindungi sistem komputer dan data dari serangan dan ancaman siber. Dalam era digital saat ini, keamanan siber menjadi semakin penting karena semakin banyak data yang disimpan secara digital dan semakin banyak serangan siber yang terjadi. Tantangan utama dalam literasi teknologi adalah lajunya perkembangan teknologi itu sendiri. Teknologi terus berkembang dengan cepat, dan individu perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar tetap relevan. Selain itu, adanya kesenjangan digital juga menjadi tantangan serius dalam literasi teknologi, di mana beberapa kelompok masyarakat tidak memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan sumber daya digital.

Namun, literasi teknologi juga membawa berbagai peluang. Dengan kemampuan menggunakan teknologi secara efektif, individu dapat memperluas jangkauan informasi, meningkatkan keterampilan kerja, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Selain itu, literasi teknologi juga memungkinkan kolaborasi global, inovasi, dan kreativitas yang lebih besar. Dampak dari literasi teknologi yang kuat dapat dirasakan dalam berbagai bidang. 

Literasi teknologi sangat penting dalam era digital ini. Dengan literasi teknologi yang memadai, individu dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dan mengatasi tantangan yang terkait dengan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi teknologi di kalangan masyarakat dan memperkuat peran pendidikan dalam mengembangkan keterampilan digital yang diperlukan untuk sukses di era digital ini. Di sektor pendidikan, literasi teknologi memungkinkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif serta membentuk karakter. literasi teknologi juga memengaruhi bagaimana masyarakat berkomunikasi, mengakses informasi. Selain itu di dunia kerja, individu dengan literasi teknologi yang baik cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan tuntutan pasar kerja yang terus berkembang. 

Daftar Pustaka

Akbar. A. 2017. Membudayakan Literasi Dengan Program 6M Di Sekolah Dasar. JPSDVol. 3 No. 1, Hal 42-52.

Astini, N, K, S., 2019. Pentingnya Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Bagi Guru Sekolah Dasar Untuk Menyiapkan Generasi Milenial. Jurnal sthnmpukuturan, 1(4) 113-120.

Kominfo,  B.  H.  2017.  Riset  Kominfo  dan  UNICEF  mengenai  perilaku  anak  dan  remaja dalam menggunakan internet.

Lestari,  Puji.  2019.  Peran  Guru  Dalam  Pendidikan  Karakter  Siswa  Melalui  Budaya  Literasi. Prosiding  Seminar  Nasional  Penguatan  Karakter  berbasis  Literasi  Ajaran  Tamansiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Ramdhayani, E. 2023. Pentingnya Literasi Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Karakter Di Era Digital. Jurnal Kependidikan, 7(2), 67-73.

Santati, P., Saftiana, Y., Mavillinda, H, F., Ghasarma, R. 2022. Peningkatan Literasi Teknologi Informasi Bagi Perangkat Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Ilir Barat Dua Kota Palembang(Information   Technology   Improvement   for Village Apparatus in Ilir Barat Dua Subdistrict, Palembang Municipality). Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(4), 175-188.



Email : cindyfiricilia@gmail.com

Ig : _cindyfricilia




  MENJADI WARGA DIGITAL YANG KOMPETEN: PENTINGNYA  LITERASI TEKNOLOGI DALAM ERA DIGITAL  By: Fitri Cindy Fricilia Era digital telah mengubah...